Sabtu, 02 Mei 2020

Teks Cerpen


                                                   Teks Cerita Pendek
                                                  SANG PEMBANTAI
Tokoh:
-Kyotaka Eita sebagai tokoh utama
- Mashiro  Arisu  teman sekelas
- Isse Hasekawa teman sekelas
- Kirin sensei guru
-Ryuen Hachiman Musuh kemudian menjadi Rival
-Ichinose Shigatsu teman dari kelas B yang diselamatkan Eita dar pembulian geng Ryuen
-Albert lawan Prosfair  Eita
-Sakayanagi Arise lawan prosfair
Latar: Sekolah,Supermarket,Taman,Jepang.

Pendahuluan:
Tidak perlu kecewa bila orang lain menyembunyikan kebenaran dari kita, sedangkan kita masih menyembunyikan kebenaran dari diri kita sendiri > Eita

Aku masih ingat pemandangan yang aku lihat di layar kaca pada hari pertama sekolah seolah-olah baru terjadi kemarin. Hari ini adalah pekan ke-3 setelah aku masuk sekolah Elite Gymnasium.
Sekolah Elite Gymanasium adalah sekolah terbaik diantara sekolah sekolah  pemerintah lainnya. Hanya beberapa diantara mereka yang dapat masuk kedalam sekolah ini, di sekolah ini para siswa di tes kelayakan untuk masuk. Tentu saja tes itu sangat sulit. Disekolah ini siswa dilarang untuk melakukan komunikasi dengan orang tua dan dilarang untuk pergi ke luar sekolah,Siswa di wajibkan untuk tinggal di asrama keunikan dari sekolah ini adalah bahwa penerimaan tidak bergantung pada nilai yang diperoleh sewaktu SMP. Siswa yang dipilih sesuai dengan kriteria seleksi unik sekolah memiliki berbagai karakteristik untuk laki-laki dan perempuan. Ada yang pandai belajar tapi tidak pandai berkomunikasi . Ada yang pandai berolahraga tapi tidak pandai belajar. Bahkan siswa yang tidak memiliki apapun dapat dididik bersama. Ini adalah mekanisme yang tidak akan ada di SMA biasa. Siswa dengan kepribadian yang beragam seperti itu dibuat untuk hidup dalam kelompok dan bersaing antar kelas sebagai dasarnya. Tujuannya adalah untuk dapat bertarung dalam masyarakat yang kompetitif dan untuk menciptakan landasan yang diperlukan untuk bertahan hidup sebagai sebuah kelompok. Dan, siswa yang dicap sebagai orang yang tidak memenuhi syarat akan menemui nasib dropout tanpa pengampunan. Hanya dengan belajar atau berolahraga tidak akan bisa bertahan di sekolah ini. Satu angkatan tahun sekolah dibagi menjadi empat kelas, dari kelas A hingga kelas D. Pada saat masuk, sekitar 40 siswa dialokasikan untuk setiap kelas. Total sebanyak 160 orang.
Sebelum aku pulang sekolah,guruku memberitahu semua siswa bahwa kami para siswa akan tinggal di asrama, aku di beri kamar yang cukup luas dengan fasilitas yang mumpuni kemudian aku mandi dan bersiap siap untuk tidur leih awal agar tidak terlambat . Keesokan harinya kepala sekolah mengumumkan bahwa hari itu akan diadakan lomba prosair fan matematika, kami semua mungkin sudah tidak heran dengan adanya lomba prosfair dan matematika itu karena sekolah ini adalah  sekolah Elite yang para siswanya benar benar harus menggunakan otak mereka. Di perlombaan ini dibutuhkan kekompakan nilai, sekolah ini membagi para siswa menjadi 4 kelas. Kelas pertama adalah kelas A yang memiliki siswa dengan kecerdasan yang luar biasa. Kemudia di posisi kedua ada kelas B yang   memiliki siswa yang cerdas di atas rata rata. Lalu  di posisi ketiga ada C, kelas C memiliki siswa yang kecerdasnya rata rata. Terakhir kelas D, kelas D memiliki siswa dengan kemampuan biasa dan cenderung dibawah rata-rata, namun itu tidak menutup kemungkinan kelas ini bisa menang walau terdengar agak mustahil. Aku berada di kelas 10D, bukan karena malas tapi aku hanya tidak mau terlihat menonjol di kepintaran dan akademis. Aku sengaja membuat nilai 50 di semua mata pelajaran agar tidak menarik perhatian di kelas.  “ aku benci lomba tapi aku tidak mau ada di kelas ini” seorang perempuan berbicara entah kepada siapa dengan nada yang kesal. “ kenapa kau tidak berdiskusi dengan orang orang itu dan malah menyendiri disini ?” Tanya nya padaku, “ Aku hanya tidak suka, kau sendiri?” Tanya balikku. “ Bukan urusanmu” jawabnya dengan nada tidak suka, “Hei siapa namamu ?” Tanya ku pada perempuan itu. “Mashiro  Arisu.” Jawabnya datar. “ Namaku Kyotaka Eita.” Ucapku lalu kami pun menghening. Kemudia  “ Para siswa sekalian, silahkan mempersiapkan diri kalian dan pilih seorang pemimpin untuk membimbing kalian.” Pengumuman dari wali kelas kami bernama Kirin sensei. satu kelas menjadi sangat ribut, mereka sedang berdiskusi tentang masalah tersebut. Beberapa dari mereka berdebat. Arisu yang duduk di sebelahku berkata padaku “mengapa kau tidak bergabung saja dengan salah satu dari mereka?” . Aku menjawab tidak,aku tidak terlalu suka keramaian,selain itu kenapa kau juga tidak bergabung,tanyaku. Dia menjawab “Bila aku ikut dalam pembicaraan mereka,Itu hanya membuang-buang waktu”  . Hmmm.Sepertinya kau adalah orang yang tidak mau menyianyiakan waktu jawabku.
Sepulang sekolah  aku pergi ke toko market yang ada di sekolahku. Aku membeli beberapa bahan makanan dan alat alat dapur, Sekolah ini sangat mewah bahkan dalam asrama menyediakan dapur juga dilengkapi dengan kompor listrik. Aku berpikir berapa banyak biaya yang di keluarkan dalam pembangunan sekolah ini. Di sekolah ini juga ada yang namanya poin. Poin singkatnya semacam uang yang ada di sekolah ini. Saat aku sedang berbelanja,aku melihat teman sekelasku sedang membeli sesuatu. Dia membeli beberapa buah yang tersedia disana. Dia bernama Isse Hasekawa. Dia adalah seorang murid dari klub basket. Dia menyapaku dan mengobrol singkat denganku. Dia berkata padaku bahwa sekolah ini aneh ya, fasilitas semewah ini bahkan setiap anak di beri poin untuk berbelanja. Dan aku setuju dengan pendapatnya. Aku merasa bahwa tidak mungkin sekolah memberi poin dalam jumlah yang sebegitu banyak jumlah nya dengan mudah pasti ada beberapa syarat untuk mendapatkannya. Setelah pembicaraan tersebut aku pamit kepada Isse dan berjalan pulang ke Asrama ku.
Di perjalanan aku melihat Ryuen dari kelas C berserta geng nya mengikuti Ichinose,Ryuen dan geng nya  Ichinose,aku yang melihatnya hanya mengamati dan memikirkan suatu rencana yang dapat menghasilkan situasi yang untung bagiku,karena bila aku melawannya sekarang Ryuen dan geng nya akan menimbulkan kegaduhan dan keramaian secara luas sehingga aku berencana untuk menghadapi Ryuen dan geng nya saat situasinya sepi dan tidak ada lawan.  Disaat Ryuen dan geng nya menghina dan mengancam Ichinose,aku datang dan mengancam akan melaporkan hal ini ke sekolah,tentu mereka marah dan berencana akan menyerangku agar aku tutup mulut,mereka menyerangku dengan beringas namun aku berhasil membalikan keadaan,satu persatu mereka dikalahkan dan aku membuat mereka pingsan, tersisa hanya Ryuen yang masih berdiri,dia memuji karena sebelumnya dia menghina dan berpikir aku hanya lemah dan bodoh kemudia dengan cepat dia menyerangku,pukulan nya cukup kuat,dia menghina ku agar emosi labi. Namun sayang nya dia salah memilih lawan. Aku tidak memiliki emosi. Ryuen menunjukkan ekspresi ketakutan,dan secepat kilat aku menghujami dia dengan pukulan ku hingga pingsan,aku mendekati Ichinose dan bertanya keadaan nya sekarang,dia terlihat begitu ketakutan. Dan memeluk ku dan menangis. Aku berkata semua baik-baik saja

Pada hari pertandingan Prosfair dimulai, seluruh murid kelas A hingga D mengikuti pertandingan, prosfair adalah permainan semacam catur namun lebih kompleks dan rumit, Jika catur memiliki 10 pangkat 120 kemungkinan setiap langkah untuk menang,namun Prosfair memiiki 129 pangka 132 kemungkinan setiap langkah untuk menang, dan berutungnya aku sangat ali dalam bermain profair dan catur, ketika aku masih kecil aku selalu bermain dengan para pemain prosfair dari segala tingkatan, dari dosen hingga grand master prosfair aku tidak pernah kalah, bahkan saat melawan AI terkuat yang bahkan dapat melakukan jutaan prediksi kemungkinan, aku tetap menang karena sebenarnya aku sudah menghafal 129 pangkat 132 kemungkinan bisa dikatakan aku nyaris tidak akan terkalahkan dan pertama kalinya aku serius, dan betul saja semua lawanku tidak ada apa apanya, pertandingan awal ku melawan Ichinose, dia adalah teman sekelas ku, bisa dikatakan untuk keahliannya bermain prosfair cukup tinggi untuk seumuran kita, selagi bermain prosfair dia berbicara dan mengobrol masalah pembulian yang aku tangani,dia berkata bahwa Ryuen dan izishaki tidak membulinya lagi,dan dia berterimakasih kepadaku, aku menjawab aku tidak melakuan apa-apa walau pada kenyataannya aku bertarung sendiri melawan geng mereka,aku berhasil mengalahkan dan menghancurkan mental mereka semua.
 Setelah pembicaraan tersebut aku segera mengakhiri dan memenangkan permainan prosfair dan mengalahkan ichinose, ichinose kaget dan kagum padaku padahal dia sudah belatih prosfair dan pernah imbang dengan seorang master catur dan prosfair namun sudah lama dia tidak kalah dalam permainan tersebut, entah mengapa dia mengagungkan ku dan percaya bahwa aku sengaja menyembunyikan kemampuanku. Aku kemudian berkata aku hanya kebetulan saja, kemudian pertandingan selesai. Setelah itu babak kedua dimulai, mereka yang berhasil bertahan hingga babak kedua di pertandingkan lagi, aku tak menyangka aku akan bertanding melawan Ryuen, Ryuen kaget melihat lawannya adalah aku,aku memandang nya dengan tatapan biasa namun mengintimidasi dan Ryuen sedikit takut melihatku setelah itu  pertandingan ku dimulai, jika aku memprediksi  segala kemungkinan, Skill Ryuen dalam bermain prosfair mungkin sangat ahli namun aku yakin skill nya jauh di bawahku. Pertandingan dimulai dengan aku  bermain sebagai bidak hitam dan Ryuen bermain sebagai bidak hitam.
 Dia bertanya padaku mengapa kau memiliki kekuatan kemampuan yang besar tetapi menyembunyikannya, menurutnya menyebunnyikan kekuatan adalah keputusan yang bodoh. Aku menjawab itu bukan urusan mu, aku mendapat kan kemampuan kerena ketekunan bukankah itu wajar jawabku. Di tengah bermain prosfair aku merasa bahwa kemampuannya bermainnya lumayan juga, namun  aku tidak  merasa kesulitan karena saat aku di White Room pernah merasakan kesulitan yang lebih tinggi,Jauh melebihi tingkatan manusia,dia mengerahkan pion nya ke A1 aku membalasnya dengan kuda E4 kemudia  dia melakukan rokade pendek aku melakukan garakan blowner, pertandingan sengit pun tak terelakan, karena pertandingan juga di tampilkan di layar pertandingan seluruh guru melihat pertandingan tersebut, termasuk wali kelas ku, Kirin sensei, dia terkagum dengan pertandingan ku, bahkan menurutnya kemungkinan hanya seorang grand master prosfair yang dapat bermain lebih lama itu pun mungkin lebih dari 30 menit ,setelah 13 menit berlalu,akhirnya aku dapat menyudutkan dan akhirnya mengalahkan pion raja milik Ryuen dengan kata lain SKAKMAT, dengan ini pertandingan kelas D dengan C berakhir dengan hasil kelas D sebagai pemenang, seluruh teman  sekelas ku yang menyaksikan dua pertandingan ku sebelumnya sangat kaget dan kagum dengan kemampuan ku,aku menjawab itu biasa saja. Namun mereka tidak senang dengan jawaban ku bahkan mereka menyorakkan ku agar terus berjuang dan semangat dan mengharapkan agar menang. Aku berkata aku akan  berusaha semaksimalnya.
 Setelah pertandingan,aku pulang ke asrama ku,tak disangka Ichinose menunggu ku di depan kamar asrama ku,dia mengucapkan selamat atas kemenanganku dan menyemangati ku, aku berterimakasih atas ucapan selamatnya. Setelah itu dia bertanya padaku mengapa aku dapat mengalahkan Ryuen,aku tahu bahwa Ichinose mengetahui kemampuan Ryuen dalam bermain prosfair karena saat pertandinganku,ku lihat dia cemas karena aku bertanding dengan Ryuen, Ichinose tahu kemampuan Ryuen bermain Prosfair karena saat di Bully Ryuen dia pernah bermain Prosfair dan kalah telak dengannya. Kemudian dia berbicara denganku dari mulai hal yang kecil hingga masalah kelas setelah itu kami selesai berbicara. Sebelum dia pulang dia menunjukkan tingkah laku yang aneh,aku berpikir bahwa dia sedang demam,namun tanpa disangka dia menyatakan rasa suka nya padaku,disini dia terlihat sangat malu dan pipinya merah dan dia berkata dengan terbata-bata,melihat hal seperti itu aku sedikit kaget dan terkejut karena ini adalah pernyataan suka dari perempuan,aku menjawab hal tersebut dan mengatakan bahwa  aku juga menyukainya.
Keesokan harinya pertandingan prosfair ketiga pun dimulai. Dari banyak nya peserta yang mengikuti pertandingan hanya aku dan …yang berasal dari kelas D dan meraih top 2 dalam permainan tersebut. Peserta yang mengkuti pertandingan ke tiga ini hanya ada 6 orang. 1 orang dari kelas D,2 orang dari kelas C,1 orang dari kelas B dan 2 orang dari kelas A, aku memperkirakan bila Ryuen tidak berhadapan denganku pasti dia akan masuk dalam peserta yang masuk ke pertandingan yang ke 3. Dan mungkin lawan yang berat bagi kelas lain. Di pertandingan,ditentukan pertandingannya bahwa kelas A melawan kelas B dan kelas C melawan kelas D. 
“Kali ini aku melawan Kelas C ya,hmmm membosankan” jawabku.
Pertandingaku denga kelas C pun dimulai. Dalam kurun waktu singkat yaitu 7 menit pertandingan pun selesai da
n pemenangnya adalah aku. Semua anak kelas C terheran heran mengapa aku beraada di kelas D padahal kemampuan ku sudah setara bahkan melebihi kelas manapun,kemudian pertandingan kelas A dengan B berakhir dengan kelas B sebagai hasil seri namun 1 pemain dari kelas A terpaksa tidak dapat melanjutkan permainan  karena demam sehingga dia tidak dapat mengikuti pertandingan.kemudian pertandingan dilanjutkan dengan kelas D melawan kelas B, kali ini lawannya adalah Albert,aku  merasa bahwa kemampuannya  seperti nya cukup tangguh. Namun pada akhirnya dia dapat dikalahkahkan. Pertandingan kemudian adalah pertandingan Kelas D melawan kelas ,pertandingan ini sangat meriah karena secara tidak langsung adalah pertandingan kelas tertinggi melawan kelas terendah. Pertandingan ini adalah pertandingan penentuan,apakah kelas D akan menang atau tidak,bahkan apabila aku menang,aku akan di promosikan menjadi anak kelas A,aku tidak tertarik untuk menjadi kelas A,menurutku berada di kelas A adalah hal yang yang sangat membosankan dan membuang buang waktu.
Esok hari nya pertandingan ku melawan kelas A dimulai, lawanku adalah Sakayanagi Arise, dia memiliki rambut berwarna putih. Di lihat dari aura nya dia memiliki kecerdasan dan intelektual yang tinggi,pertandingan kemudian dimulai,saat dia memulai pertandingan,dia berbicara dan mengobrol padaku,bagaimana kabarku?dan dia berbicara tentang WhiteRoom,bahkan dia berkata bahwa aku bertemu dengan ku sudah lewat  712 hari 13 jam 13 menit,aku menduga kira kira 2 tahun yaitu saat aku masih berumur 13 tahu. Dia berkata bahwa dia akan mengalahkan ku di pertandingan ini. Aku menjawab kalahkan saja aku,di bumi ini ada 7 miliar manusia,belum tentu aku diatas semua manusia,namun dalam hal WhiteRoom,kemenangan adalah hal mutlak. Pertandingan sengit Prosfair terjadi. Sungguh ini adalah pertandingan yang sangat menegangkan dan sangat lah sulit. Para penonton khusunya guru dan murid sangat tercengang dengan kemampuan ku dan Sakayanagi. Pertandingan berlangsung cukup lama yaitu 3 jam. Wali kelas D dan A sangat mengapresiasi pertandingan ku bahkan tidak menyangka bahwa pertandingan ku bisa melebihi Sakayanagi,saat memasuki jam ke 4,Sakayanagi mulai tumbang dan pada saat yang bersamaan SKAKMAT brutal dariku. Pertandingan selesai dengan aku sebagai kelas D pemenangnya,semua kelas baik kelas 1 A hingga kelas 3 D yang melihat pertandingan ini bersorak dan bertepuk tangan. Semua anak kelas D menyambutku dengan tangisan kemenangan dan tiba-tiba murid  kelas A mendatangi ku dan menyarankan  agar aku di pindahkan,Ichinose menangis terharu denganku. Dengan ini kisahku tamat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar